Sabtu, 25 Maret 2017

Yasmiro Gelar Aksi Donor Darah


Salah satu kegiatan dari Syiar Layanan Ummat hasil kerjasama Yayasan Mutiara Insani Bojonegoro (Yasmiro) dengan Pemdes Kacangan Tambakrejo, Karang Taruna CAKRA dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro adalah aksi Donor Darah. Kegiatan tersebut berlangsung Sabtu pukul 09.00 - 12.00 WIB (25/3/2017) di Balai Desa Kacangan Tambakrejo Bojonegoro.

Pelajar Ikuti Aksi Donor Darah Yasmiro

Selain puluhan peserta dari desa Kacangan sendiri, kegiatan donor darah juga diikuti peserta dari desa Bondol, Nglampin Kec. Ngambon dan Desa Setren, Mediyunan Kec. Ngasem. Bahkan beberapa pelajar SMA turut serta ambil bagian. Kegiatan donor darah yang diadakan Yayasan Mutiara Insani Bojonegoro (Yasmiro) bekerjasama dengan Pemdes Kacangan Tambakrejo, Karang Taruna CAKRA dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan sosial yang dikemas dalam event Syiar Layanan Ummat yang berlangsung Sabtu (25/3/2017) di Balai Desa Kacangan Tambakrejo Bojonegoro.

Yasmiro Gelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Sabtu (24/3/2017) seiring mentari pagi kian memancarkan terangnya, puluhan warga lansia berduyun-duyun mendatangi Balai Desa Kacangan, Kec. Tambakrejo, Bojonegoro. Mereka memadati kursi antrian peserta Pengobatan Gratis yang diselenggarakan Yayasan Mutiara Insani Bojonegoro (Yasmiro) dengan menggandeng Tim medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Bojonegoro serta LAZ Nurul Hayat Bojonegoro sebagai penyedia obat-obatan.

Jumat, 24 Maret 2017

Pelatihan Jurnalistik Yasmiro Dibanjiri Pelajar

Usai waktu sholat Jum'at, tepatnya pukul 13.00 WIB (24/3/2017) puluhan pelajar SMKN Ngambon dan SMA PGRI memenuhi Balai Desa Kacangan, Kec. Tambakrejo, Bojonegoro. Siang itu Yayasan Mutiara Insani Bojonegoro (Yasmiro) menggelar Pelatihan Jurnalistik dengan menghadirkan narasumber Ahmad Muhajir, S.SosI, Wartawan majalah Gontor. Tak cuma pelajar, kalangan pemuda dari karang taruna Cakra desa Kacangan pun turut memadati acara tersebut.

Yasmiro Bentuk Komunitas Penulis Muda

Pelatihan Jurnalistik bersama narasumber Ahmad Muhajir, S.SosI (Wartawan majalah Gontor) merupakan salah satu dari serangkaian acara dalam kemasan event Syiar Layanan Ummat yang digelar pada Jum'at (24/3/2017) di Balai Desa Kacangan, Tambakrejo, Bojonegoro oleh Yayasan Mutiara Insani Bojonegoro (Yasmiro) bekerjasama dengan Pemdes Kacangan, Tambakrejo dan Karang Taruna CAKRA Kacangan.

Jumat, 28 November 2014

Anak Ajaib (Zakiyya) Meledak-ledak



Zakiyya Rusyda Al Anshari, sejak usia 18 bln hingga usia 7 thn nyaris seluruh waktunya habis untuk keluar masuk rumah sakit karena Nephrotic Syndrome, bahkan pada usia 7 thn dirawat selama 4 bulan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan vonis Gagal ginjal stadium 4. 

Allahu Akbar....hanya karena "Keajaiban" dariNya...pada usia 11 tahun ini, ia ternyata masih bisa membuat senyum kedua orang tuanya mengembang dengan mata berkaca-kaca. (Tambakrejo-Bojonegoro-Jatim, akhir November 2014)



Kamis, 30 Oktober 2014

BUDIDAYA AYAM ARAB JENIS PETELUR


Cara beternak ayam petelur

 

CARA BETERNAK AYAM PETELUR Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yg dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan & itik liar yg ditangkap & dipelihara serta dpt bertelur cukup banyak.

Rabu, 29 Oktober 2014

PEY, Wirausahawan Muda Kinclong



Usia muda adalah usia di mana keadaan fisik masih prima, semangat masih membara, pikiran juga masih fresh. Demikian pula yang ada pada sosok muda bernama lengkap Nur Sholikun. Meski tak berbalut tubuh kekar, semangat berkaryanya hampir tak pernah padam. Kini, diusianya ke 31, capaian usaha mandiri telah ia raih. Dua orang karyawan setiap hari membantunya dalam menjalankan usaha jasa pencucian motor dan mobil/truk "PEY OTO CLINK".
Bukan jalan mudah untuk sampai pada capaian seperti sekarang ini. Lika-liku proses perjalanan usaha ia jalani. Mulai dari menjadi juru parkir di Pasar Legi Kacangan, kemudian mencoba mengadu nasib di pulau seberang, tepatnya di NTB. Merasa tak cocok dengan pekerjaan di NTB, ia memutuskan pulang ke kampung halaman. "Yaa... meskipun di NTB gajinya besar, biaya hidup juga tinggi, dan lagi tak nyaman hidup jadi buruh itu, mas", jelas anak muda yang akrab disapa PEY ini.

Minggu, 26 Oktober 2014

Cah Kacangan bersama Prof. Dr.Pratikno, M.Soc.Sc (Mensesneg RI)

Cah Kacangan diskusi bareng Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc tentang program pembangunan Bojonegoro barat 
Sekilas profil Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc

Prof. Pratikno, M.Soc.Sc adalah Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang terpilih pada Maret 2012. Sebelum pemilihannya sebagai rektor, ia dinobatkan menjadi Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM pada tahun 2010. Selama karirnya di dunia akademik, Pratikno banyak melakukan penelitian dalam politik lokal dan jaringan pemerintahan yang merupakan bidang keahliannya. Ia juga beberapa kali menjadi pembicara dalam workshop menjelang pemilu maupun pilkada.

Matahari Terbit dari Atas Angin


           
Inilah Atas Angin, sebuah tempat di mana kita dapat menyaksikan matahari terbit secara sempurna atas segala nuansanya yang tidak kalah indahnya dengan sunrise nya Bromo. Inilah sebuah obyek pariwisata yang cukup potensial untuk dikembangkan dan diperdayakan lebih lanjut di kabupaten Bojonegoro.

Di tepian jalan menanjak di antara kelok jalan yang menghubungkan antara kota Bojonegoro dengan kecamatan Sekar, di plataran kaki bukit Atas Angin, di ufuk timur,  temaram yang berangsur-angsur menjadi pendar terang berpendar dari balik deretan pegunungan Kendeng Tengah, lembah Gibal dan  gunung Lawang. 

Sebuah lukisan alam yang mengagumkan dengan segala keindahan yang terlukis pada langit timur, ketika matahari pagi bangkit dari peraduannya yang pada saat yang sama kita berada pada plataran bukit Atas Angin. 

Rabu, 22 Oktober 2014

Selamatkan Anak dari Bibir Jurang Kehancuran (Serial Poniman Bag. 9)



Suhu udara hari-hari belakangan ini cukup ekstrem, pada siang hari menembus 40 derajat Celcius. Terik mentari membakar, angin kering berhembus membuat kulit terasa garing, bahkan mengakibatkan kulit sebagian orang seperti bersisik.
Namun, cuaca seperti ini tak lantas membuat semua orang mengeluh. Setidaknya, diantara yang merasa diuntungkan adalah kalangan petani tembakau yang saat ini sedang panen. Tapi ada satu catatan unik, tak banyak warga desa Kacangan yang memiliki lahan pertanian di Desa Kacangan, justru mayoritas lahan pertanian mereka berada di wilayah Desa Mediyunan Kec Ngasem. Letak geografis kedua desa dari dua wilayah kecamatan berbeda tersebut dipisahkan bentangan Kali Gandong.
Pada musim panen tembakau kali ini Poniman juga turut merasakan imbasnya sebagai tenaga jasa angkut dari ladang petani menuju ke rumah petani, atau ke tempat sentra perajangan daun tembakau. Salah satunya terdapat di Desa Mediyunan, Kec. Ngasem, sebelum akhirnya dikirim ke berbagai daerah, diantaranya Jawa Tengah dan Madura.

Kali Gandong Garden

Seperti yang Poniman kerjakan hari ini, dari sejak jam 10 pagi hingga hampir jam 3 sore ini sudah 4 kali hilir mudik mengangkut tembakau ke Desa Mediyunan, Ngasem dengan becaknya melewati rute gang Sadewa lalu melewati jembatan kecil di atas bangunan dam/tanggul sungai atau Kali Gandong. Jembatan kecil tersebut dikenal dengan Jembatan Biru, sebutan tersebut karena jembatan bercat biru, jembatan yang ukuran lebarnya cuma maksimal bisa dilewati becak ini menghubungkan Desa Kacangan Kec. Tambakrejo dengan Desa Mediyunan Kec Ngasem. Dan jalur ini tiap harinya lumayan ramai karena menjadi jalan pintas warga dua kawasan dari wilayah kecamatan berbeda.

Senin, 13 Oktober 2014

Pasar Legi Kacangan, Nasibmu Kini


(Oleh : Ahmad Shodikin)




Bagai menjadi “Anak Kandung Terbuang dan Anak Angkat Tersiksa”. Ungkapan yang berarti Anak kandung yang tidak pernah dimiliki karena diambil oleh orang lain, dan anak angkat yang tidak terawat karena bukan hak milik sejati tersebut nampaknya sesuai dengan kenyataan yang menimpa Pasar Legi yang berlokasi di Desa Kacangan Kec. Tambakrejo Kab. Bojonegoro.